DATA SPPT PBB SALAH? BETULKAN KE PEMDA SEBELUM DIBAYAR

Informasi 20/04/2018
Pembetulan luas SPPT PBB

wajib pajak sedang mengajukan pembetulan data SPPT PBB

periksa dulu SPPT YANG ANDA TERIMA sebelum melakukan pembayaran ini salah satu yang sering menjadi masalah di lapangan, SPPT yang kita terima ternyata berbeda dengan yang kita terima tahun tahun sebelumnya, ada beberapa kejadian di tahun 2017 lalu yang membuat penulis harus memposting ini agar kita para wajib pajak tidak mengalami hal serupa di tahun berikutnya.
yang pertama adalah petugas mungkin melakukan kesalahan penyampaian karena nama yang sama persis, antara satu wajib pajak dan wajib pajak yang lain, contoh yang terjadi adalah dua SPPT atas nama suherman, di lokasi tersebut nama suherman memang ada dua orang, suherman-A luas tanahnya 2000 meter persegi dengan nilai pajak Rp.3.200.000 rupiah sementara suherman-B luas tanahnya hanya 1116 meter saja, nilai pajaknya Rp. 2.099.264. si petugas mungkin baru ditugaskan di wilayah tersebut sehingga sppt suherman-A di berikan ke suhermen-B, sebaliknya SPPT suherman-B diserahkan ke Suherman-A. celakanya lagi suherman-B yang taat pajak langsung saja membayar ke bank tanpa meneliti terlebih dulu, beberapa bulan kemudian dia menyadari bahwa yang dia bayar ternyata bukan SPPT miliknya tapi milik orang lain, solusi mungkin ditemukan jika suherman A dan B sama sama membayar PBB yang tertukar dengan cara bertukar tanda bukti lunas pbb dan mengganti uang kelebihan bayar dari si A ke si B. tapi bagaimana jika ternyata solusi ini tidak bisa dilaksanakan? membatalkan sppt yang sudah kita bayar ke bank juga mustahil karena itu sudah lewat dari satu hari, namun jika dibatalkan dihari pembayaran pihak bank masih bisa cancel untuk dibatalkan. jikapun bisa mungkin prosesnya panjang dan berbelit belit, dan kebanyakan tidak berhasil.
contoh kedua adalah SPPT di serahkan ke orang yang tepat, namun tidak disadari SPPT 2017 ada kesalahan dengan bertambahnya luas bangunan hasil dari jasa konsultan saat melakukan pembaharuan data objek pajak, dari 6000 meter luas bangunan pabrik sebelum pembaharuan data, menjadi 9200 meter luas bangunan setelah pembaharuan data, jauh melebihi luas tanah yang hanya 8000 meter saja, padahal yang sebenarnya di lokasi sama sekali tidak ada penambahan luas bangunan alias tetap 6000 meter saja, saat admin cek ke lokasi pun memang data luas bangunan yang 6000 meterlah yang benar, lagi lagi PBB tersebut sudah terlanjur di bayar ke bank dan di sadari beberapa bulan kemudian bahwa luas bangunan salah sehingga pihak manajemen perusahaan rugi kurang lebih sepuluh juta rupiah membayar pajak, apakah bisa ini di kembalikan dari bank? lagi lagi penulis tidak bisa menjamin kelebihan ini bisa dikembalikan,. karena banyaknya tahapan tahapan yang harus ditempuh untuk ini.
ini dua contoh kejadian akibat kurang teliti tadi,

Untuk menghindari kesalahan berulang ulang maka ketika kita menerima SPPT perhatikan hal berikut,
– periksa selalu nomor objek pajak ( NOP) pbb yang baru kita terima dari petugas, sebab NOP merupakan acuan dari letak objek pajak milik kita yang tidak berubah,
– periksa nama subjek pajak, letak objek pajaknya, luas tanah dan bangunan,
– periksa NJOP tetangga sebelah jika terjadi kenaikan NJOP, mana tahu ada kesalahan bisa segera di betulkan sebelum dibayar.

 Jika ditemukan satu atau beberapa kesalahan data,  segera hubungi petugas penyampai SPPT atau datang langsung ke bagian pelayanan pajak bumi bangunan di pemda. 

yang terakhir adalah segera lakukan pembayaran pajak bumi dan bangunan jika semua anda yakini tidak terjadi kesalahan pada SPPT PBB 2018 yang sudah anda terima.