DENDA PBB 2015

Informasi pembayaran pajak bumi bangunan 20/12/2014

TABEL DENDA PBB

 PBB mulai tahun 2014 jatuh tempo pada tanggal 29 agustus.

TAHUN

2016

PBB

2012

PBB

2013

PBB

2014

PBB

2015

PBB

2016

JAN

48%

48%

34%

10%

PEB

48%

48%

36%

12%

MAR

48%

48%

38%

14%

APR

48%

48%

40%

16%

MEI

48%

48%

42%

18%

JUN

48%

48%

44%

20%

JUL

48%

48%

46%

22%

AGT

48%

48%

48%

24%

SEP

48%

48%

48%

26%

+2%

OKT

48%

48%

48%

28%

+4%

NOP

48%

48%

48%

30%

+6%

DES

48%

48%

48%

32%

+8%

oleh

UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG BAIK, GUNAKAN SUMBER DAYA YANG BAIK.

Comments 13

  1. Herning says on 06/03/2018

    mas mau nanya..sy menempati rumah yg skrg sy tempati itu bulan juli 2016,namun dr pihak pengembang sy dikasih resi pembayaran pbb tgl jatuh tempo des 2014,sampai saat ini sy blm membayar pajak pbb nya,untuk sekedar info jumlah njop nya sebesar 66.840,bisa minta tolong dibantu cara penghitungan denda + jumlah pajak pbb yg harus sy bayar di thn 2018?terimakasih

    • PBB-kita says on 06/03/2018

      Mungkin maksud anda jumlah tagihan pbb ya. Bukan jumlah njop. Perhitungan dendanya ,
      Jumlah pajak tahun 2014, di tambah denda 48 persen,
      = Rp. 66.840 + Rp. 32.083
      = Rp. 98.923 rupiah.
      Untuk tahun pajak 2015 jika belum bayar, dendanya sama 48 persen. Untuk tahun pajak 2016 jika jatuh tempo 31 agustus 2016. Berarti dendanya 19 bulan di kali dua persen = 36 persen.
      Untuk tahun pajak 2017 jatuh tempo 31 agustus, dendanya sampai maret ini berarti delapan bulan dikali dua persen = 16 persen.
      Semoga bisa membantu.

  2. sidik says on 05/01/2018

    Siang Mas
    Sy punya rumah di daerah karawaci tangerang,sejak tahun 2007 sy lalai membayar PBB nominalnya 248,520,-(pada thn.2007) sekarang rumah baru mau sy tempati,kalau sy mau bayar lunas penghitungan bagaimana dan berkisar berapa jumlah yg harus sy bayarkan?

    Terima kasih

    • PBB-kita says on 05/01/2018

      Datang saja ke badan pendapatan daerah kota Tangerang pak, disana minta print-out tunggakan PBB nanti di print out tersebut akan terlihat rincian yang harus di bayar berikut dendanya.
      Untuk bisa saya hitung ya harus tahu berapa nilai pajak tiap tahunnya karena pasti tiap tahun ada kenaikan pajak. Yang pasti perhitungan pajaknya adalah 2% perbulan di hitung setelah jatuh tempo. Dan maximal denda 48%.

  3. Vini Octavia says on 12/04/2017

    Halo mas, jd maksudnya denda 2% tiap bulan utk maksimal 24 bulan? Semisal pbb terutang sejak tahun 2010 smp 2017. Perhitngannya pd thn 2010 &2011 denda sebesar 48%, sementara utk tahun berikutnya kena lg 48% setiap 2thn. Dgn perhitngan spt ini; 2012&2013 denda 48%, 2014&2015 denda 48%, dst. Betul begitu kah mas? Atau selama 7thn itu, denda yg dibyrkan maksimal hny 48%?

    • PBB-kita says on 12/04/2017

      Maksudnya denda tersebut walau menunggak 10 tahun tetap dendanya hanya sampai 48 persen.. misal PBB thn 2010 mau di bayar hari ini . Maka perhitungan yang hrs di bayar adalah nilai pajak yang tercantum di SPPT PBB Thn 2010 di tambah denda 48 %.
      Atau misalnya PBB thn 2015.. jika di SPPT thn 2015 jatuh temponya 30 september, berarti sampai bulan ini sudah menunggak selama 19 bulan dan kena denda 38%.(19 bln x 2%). Nanti bulan okt 2017 (bln ke 24) denda yg thn 2015 tsb akan mencapai 48%.. dan sudah mencapai denda maksimal. Mau dibayar kapanpun dendanya tetap 48% saja.

  4. srifitriningsih@gmail.com says on 12/10/2016

    Selamat sore, Penjual lebih dari 10 tahun tidak bayar PBB, dan NOP tidak ada/hilang. Jika pembeli berminat membeli tanahnya yang sudah sertifikat. Bagaimana cara mengurus PBB nya. sebagai salah satu perlengkapan pembuatan AJB dan balik nama.

    • PBB-kita says on 13/10/2016

      jika nop tidak ada atau hilang coba datang ke pemda. karena.di database pemda pasti ada.

      • Fitri says on 13/04/2017

        Aku sudah minta ke pemda, dianjurkan membuat nop baru, dengan persyaratan minta surat keterangan kepala desa. Apakah nantinya tidak akan dobble nop ? Terima kasih

  5. qki says on 14/03/2016

    Mas saya masih bingung penghitungan jika telat bayar. Misal belum bayar dari 2005 – 2015. Lalu pajak tahun 2005 + 48%, tahun 2006 + 48%, dan seterus nya hingga 2013 mas? Lalu untuk 2014 hingga 2015, 2% bulan berjalan?
    Atau dari tahun 2005 – 2013 hanya denda 48%?
    Kemudian untuk Tabel denda pajak. Ada yg berbeda untuk maksimal pajak tahun 2012 dengan tahun 2015.
    Mana yang di gunakan untuk penghitungan max saat ini jika menghitung dari tahun 2005, yang 48% atau 32%?
    Terima Kasih sebelumnya.

    • PBB-kita says on 15/03/2016

      Maksudnya
      Warna biru = belum lewat jatuh tempo
      Warna Kuning = denda yang masih bertambah dua persen pada bulan berikutnya
      Warna merah = denda maksimal (48%)

      Jadi dari tahun 1996 s/d 2013 denda sudah mencapai batas maksimal 24 bulan dikali dua persen.=48%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s