SPPT PBB bukan tanda bukti kepemilikan tanah

umum 18/06/2015

banyak yang beranggapan bahwa dengan memiliki selembar SPPT sudah cukup untuk membuktikan bahwa si pemilik sppt punya hak dan kuasa penuh atas kepemilikan tanah.
anggapan tersebut tidaklah sepenuhnya benar, karena yang benar adalah dengan adanya sppt berarti kita sudah berkewajiban membayar pajak dari tanah yang kita kuasai. yaitu pajak bumi dan bangunan. hasil dari penyetoran pajak inilah yang nantinya akan dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.
adapun yang menjadi bukti sah kita dalam kepemilikan tanah adalah akta jual beli dan sertifikat tanah. jadi sebetulnya sppt pbb itu hanyalah salah satu pendukung kepemilikan saja. dengan ketaatan membayar PBB otomatis menggambarkan rasa memiliki atas tanah tersebut.. namun taat bayar pbb pun bisa ada pada orang yang secara hukum tidak punya tanah. mereka mereka ini biasanya para penggarap tanah orang lain, penyewa lahan kosong untuk kepentingan komersial yang tentu saja merupakan hasil kesepakatan dengan pemilik yang sah.
yang sering muncul adanya rebutan SPPT PBB manakala terjadi sengketa tanah baik antar saudara ataupun dengan orang lain. masing masing berusaha agar tagihan PBB tak jatuh ke tangan saingan.. ini yang membuat penulis kerap ikut jadi bulan bulanan. bagaimana tidak selembar sppt di perebutkan dua orang, bahkan pernah terjadi enam orang bersaudara meminta sppt yang sama? kemana penulis harus memberikan sppt tsb? alternatif penulis hanyalah menyarankan agar mereka duluan bayar pbb sebelum yang lain membayar.. siapa yang memiliki bukti lunas pbb maka kesitu penulis akan memberikan SPPT. kecuali jika salah satu dari mereka sudah mempunyai bukti menang dalam putusan final di pengadilan tentu tak ada alasan bagi penulis menyerahkan SPPT ke pihak yang kalah.

Comments 21

  1. Achyadi Aly says on 26/08/2018

    Apakah status sppt lebih kuat dimata hukum dibanding akta jual beli?

  2. husnul says on 13/07/2018

    mau tanya ibu saya punya sertifikat kepemilikan tanah tapi sppt nya atas nama almarhum kakek dan saat ini tanah itu di gugat oleh saudara ibu bagmn ???

  3. Erman Pare says on 23/05/2018

    mau tanya, bagaimana langkah saya apabila menggugat tanah milik orang tua saya yang tidak ada sertifikat atau surat bukti lainnya sedangkan orang yang saya gugat memiliki SPPT atas namanya, dasar saya menggugat adalah beberapa saksi yang menyatakan bahwa tanah tersebut adalah tanah turun temurun dari keluarga saya

    • PBB-kita says on 23/05/2018

      Sebelum menggugat Kumpulkan dulu semua alat bukti yang menyatakan bahwa anda memang punya hak atas tanah tersebut, salah satunya keterangan para saksi bisa dibuatkan secara tertulis,.mungkin hanya bukti itu saja kekuatan anda untuk menggugat, jika anda tidak memiliki bukti yang lainnya..

    • PBB-kita says on 06/03/2018

      Tergantung tanahnya milik siapa dulu. Biasanya jika milik jasamarga ya bagaimana kebijakan instansi tersebut. Tp kalau jelas milik pribadi tentu bisa.

      • Marsidi says on 21/04/2018

        Ma’af mau nanya..apkh bisa orng yg kekurangn tanah ny mngambil tanah orng lain.. misal kn si.A.. luas tanah ny 861.. pas ada pngukuran kurng.sdngkn sblah timur tanah si. B. yg luas ny 560.. dn si.B.hnya punya sppt sj krna AJB ny hilang.. sdang kn si.A.punya AJB..terima ksih.. sblum ny.

        • PBB-kita says on 21/04/2018

          ya tidak bisa seenaknya begitu menguasai tanah orang lain, kan saat jual beli dilakukan, sipenjual sudah menunjukkan batas batasnya, hanya mungkin sipenjual keliru menentukan luasnya karena memang kesalahan ukur sangatlah umum terjadi terutama di pedesaan, kecuali jika sipenjualnya adalah si B tersebut maka wajar si pembeli meminta tambahan luas ke si B sesuai luas di perjanjian jual beli, tapi jika si B tidak ada sangkut pautnya dalam transaksi jual beli maka si A tidak boleh mengambil tanah milik si B. jika tetap dilakukan berarti si A melanggar hukum, dan bisa di tuntut ke pengadilan.
          judul di atas “SPPT PBB BUKAN TANDA BUKTI KEPEMILIKAN TANAH” tidak lantas menghakimi orang yang hanya memiliki sppt pbb sebagai tidak punya hak atas tanah yang dia miliki. tetap mereka punya hak dan kuasa penuh atas tanah mereka selama riwayat kepemilikkan tanah tersebut sudah lama diakui oleh masyarakat sekitar dan terdaftar di C desa sebagai miliknya, makanya pemerintah gencar mengadakan program sertifikat massal seperti pronas atau yang sekarang disebut PTSL supaya hak masyarakat dalam hal kepemilikan tanah benar benar punya kekuatan dimata hukum, karena sepengetahuan admin blog, masih banyak warga negara kita yang tidak mampu membiayai pembuatan sertifikat ini dan hanya memiliki selembar kwitansi saja tanpa surat pendukung lainnya.. semoga jawaban paling sederhana ini bisa membantu.
          BACA JUGA

  4. Sinta says on 20/09/2017

    saya mau tanya ? apakah maksud dari sppt yang telah berstempel/di beri cap Bukan Tanda Bukti Kepemilikan Hak? dan apakah cukup kuat jika kita hanya mempunyai akta tanah bukan sertifikat?

  5. Endus says on 07/04/2017

    Saya baru tahu ketika 2 Tahun belakang ini tidak di tarik oleh desa bayar SPPT ternyata tanah pemberian Orang Tua saya hanya memiliki SPPT dan merupakan tanah desa yang di perjual belikan 30 tahun yang lalu oleh kepala desa kepada kakek saya. dan bapak saya beli dari kakek yg sudah almarhum
    Apakah bisa di urus sertifikat tanahnya.
    dan SPPT atas nama bapak sayatrims atas balasannya

  6. Wisnu P says on 31/03/2017

    apakah sertifikat tanah tidak harus punya sppt

  7. Iwan relawan says on 14/02/2017

    Ada yg jual rumah tanah100mtr.surat sppt.itu bagaimana pa.mohon pencerahannya pa.tks

  8. falis aga triatama says on 12/01/2017

    banyak permasalahan tanah di indonesia, apakah mungkin seseorang yang tidak memiliki surat-surat bukti atas hak tanah dan hanya menguasai secara fisik saja tanah tersebut di wajibkan membayar PBB? lalu menurut anda apakah sah disaat orang yang menguasai tanah dalam jangka waktu puluhan tahun tanpa surat-surat tanah lalu tiba-tiba ada pihak lain yang mengajukan sertifikat ke BPN, lalu diterbitkanlah sertifikat tersebut? terima kasih

  9. wahyudi yudhi says on 09/12/2016

    Assalamu alaikum admin, saya mau tanya, kalau seandainya telah terjadi jual beli tanah dengan bukti non otentik, dan si pihak pertama (si penjual) hanya mengubah pbb ke nama si pihak kedua( si pembeli) dan tidak memberikan sertifikat tanah yang seharusnya dengan alasan sertifikat dalam proses, dan setelah 4 tahun kemudian ternyata si pihak pertama menjual kembali ke pihak yang lain dengan luas yang sama dan tanah yang sama. apa yang harus dilakukan oleh si pembeli pertama? bila mana si pembeli ke dua menggugat si pembeli pertama?. dan langka apa sebaiknya dilakukan oleh si pembeli pertama bila ia di gugat atau si pembeli pertama ingin menerbitkan sertifikat sesuai bunyi surat non otentik (walaupun dilengklapi beberapa saksi). terima kasih

    • PBB-kita says on 11/12/2016

      waalaikum salam pak yudhi.
      memang sulit kalau hanya SPPT saja yang kita miliki, untuk membuktikan bahwa telah terjadi transaksi jual beli setidaknya kita memiliki bukti transaksi misalnya kwitansi jual beli. sehingga bila terjadi kasus si pemilik tanah menjual dua kali atas objek yang sama maka kita punya dasar untuk menuntut penjual tsb secara pidana.
      mengenai kemungkinan gugat menggugat antara pembeli pertama dan kedua saya kira pasti terjadi, sebelum itu terjadi pihak pembeli pertama harus minta pertanggung jawaban penjual sesegera mungkin dengan melibatkan para saksi tsb. kalau perlu lapor polisi.
      mengenai pembuatan sertifikat dengan dasar bukti non otentik tidak mungkin terjadi karena harus ada akta jual beli yang disahkan pihak yang berwenang menerbitkan AJB.

  10. darsono says on 06/12/2016

    saya mau tanya? apakah dengan selembar SPPT dengan nama saya sendiri apakah saya bisa mengajukan AJB atau Sertifikat??
    karena yang saya miliki hanya itu selembar SPPT, dan tanah tersebut adalah pemberian dari bapak saya?
    mohon jawaban nya dan uraian yang jelas,terimakasih

    best regard

  11. lasiang binti hasan says on 22/04/2016

    Dengan mempunyai SPPT apakah kitapunyahak mempertahankang tanah yg kitakuasai sesuailuas yg tertulis di SPPT jika ada orglain yg menggugat tanahtersebut. Dan apa adahukumnya bagi sipenggugat tersebut

    • PBB-kita says on 22/04/2016

      Usahakan anda memiliki tanda bukti hak penguasaan tanah selain selembar SPPT karena jika yang anda miliki hanya itu. Maka status kepemilikkan anda sangat lemah. Seandainya sipenggugat memiliki tanda bukti yang lebih kuat seperti kwitansi jual beli. Leter C atau Ajb bahkan mungkin sertifikat maka sudah bisa di pastikan si penggugat akan menang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s