KEWAJIBAN BAYAR PBB SAMA DENGAN NGONTRAK DI RUMAH SENDIRI ?

Informasi pembayaran pajak bumi bangunan 12/03/2016

Benarkah kita sebagai warga negara indonesia yang tinggal dan berusaha di negeri kita merasa sedang ngontrak di tanah dan rumah milik kita sendiri hanya karena pemerintah membebani kita dengan kewajiban untuk membayar pajak bumi dan bangunan setiap tahun? Jawabannya adalah benar,benar,dan benar!
Lalu apakah keputusan pemerintah telah benar untuk menetapkan adanya pungutan PBB tiap tahun kepada warganya? Jawabannya juga benar, benar dan benar!
Jadi kesimpulan admin blog bahwa tak ada yang salah dalam hal pendapat ini.
Bagaimana bisa pbbkita berpendapat dan apa maksudnya posting artikel seperti ini?
Mari kita sama sama merenung dan berfikir..
TUHAN menciptakan bumi kita dengan segala isinya. Dilengkapi hamparan tanah subur dan luas. Dengan kita yang namanya MANUSIA menjadi satu satunya mahluk di bumi yang cerdas, serakah dan berkuasa yang telah mampu menyingkirkan mahluk lain ciptaan tuhan juga, seakan mereka tak punya tempat lagi untuk ikut memiliki bumi ini.
Keserakahan manusia telah mematok dan memberi pembatas Tanah yang tadinya diciptakan TUHAN untuk dimiliki bersama secara gratis, sekarang secara turun temurun di klaim milik pribadi dan diperjual belikan. Lalu muncul akta jual beli kemudian berikutnya sertifikat tanah semakin menguatkan klaim kita. Yang kaya akan semakin luas tanahnya dan yang miskin akan terjepit di pinggiran dengan hanya beberapa meter saja tanah tersisa.
Rumah rumah mulai menggantikan pepohonan di atas tanah yang dulunya cuma cuma dengan luas dan ukuran berbeda beda.
Yang kebanyakan rumah mulai berfikir komersial dengan menyewakan ke orang yang belum punya. Ada harganya dan ada nilainya. Ada villa, hotel, bangunan pabrik. Semua diklaim dan dibiayai sebagai properti milik pribadi dan memberikan manfaat bagi pemiliknya. Sementara jalanan dan prasarana umum di serahkan ke pemerintah untuk di bangun.
Lalu pemerintah itu siapa?
Pemerintah hanyalah kumpulan orang orang yang dipilih dan dipercaya oleh kita menjadi pemimpin dan mengelola pembangunan untuk kepentingan bersama.. Dari mana sumber dananya agar prasarana umum yang kita temui sehari hari bisa dibangun untuk daerah yang begitu luasnya? Tentu dari kita lah dana tersebut bisa dikumpulkan. Dalam bentuk pajak yang salah satunya adalah pajak bumi dan bangunan.
Maka ketika kita merasa terbebani oleh pajak selayaknya kita pun harus sadar bahwa tanah dan rumah yang kita miliki juga di sah kan kepemilikannya oleh pemerintah.. Kalau ingin tidak dibebani pajak ya kembalikan saja sebagai milik bersama..
Gampang kan? Begitu aza koq repot.

Comments 2

  1. Iwan says on 11/04/2016

    Pak mau nanya kalo untuk rumah yang masih proses KPR dan belum lunas (sertifikat rumah masih di Bank) kan nama di SPPT masih nama pemilik lama, apakah ini kita bisa balik nama SPPT nya ? atau harus menunggu dulu sampai KPR Lunas baru balik nama ?

    Makasih Pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s