Menciptakan kesadaran bayar pajak bumi bangunan di masyarakat

Informasi pembayaran pajak bumi bangunan 13/06/2016
Tunggakan pajak pbb bandung barat

Warga kbb sadar pajak

Meningkatkan pemasukan pajak bumi dan bangunan memang gampang gampang susah,
sehebat apapun kinerja petugas pengelola PBB, kunci keberhasilan adalah terletak pada kesadaran para wajib pajak. tinggi kesadaran wajib pajak berarti target bisa dengan mudah di capai. namun sebaliknya rendah kesadaran masyarakat akan membuat pemda kesulitan dalam memaksimalkan pemasukan pajak yang akhirnya berdampak pada pembangunan secara keseluruhan. oleh karena itu sangat penting bagi petugas turun ke lapangan mengadakan sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat agar kesadaran membayar pajak bumi dan bangunan tiap tahun meningkat.
kata “PENTING” harus dimulai dari aparat pemerintah karena jika aparat pemerintah sendiri tidak menganggap ini sebagai hal penting maka masyarakat akan ikut merasa tidak penting.
Satu contoh nyata adalah bidang PBB dan BPHTB sering kedatangan wajib pajak yang mendadak “SADAR” dengan tergesa gesa mengajukan mutasi PBB dan melunasi semua tunggakannya hanya karena BANK tempat wajib pajak tsb akan meminjam uang  mensyaratkan harus memiliki SPPT atas nama WP bersangkutan, wajib pajak merasakan pentingnya melakukan balik nama pada SPPT PBB karena bank lebih dulu merasa penting mensyaratkan hal tsb kepada calon peminjamnya.
Lalu langkah apa saja yang bisa kita lakukan dalam usaha kita meningkatkan pemasukan sektor pajak dari masyarakat?
Yang pertama adalah dengan menciptakan kesamaan pendapat di masyarakat bahwa membayar pajak bumi dan bangunan sangat penting dan bermanfaat. sama pentingnya dengan kita membayar tagihan listrik,air dsb. diantaranya menerapkan sanksi tegas kepada para usahawan, PNS, TNI, POLRI dll yang tidak pernah bayar PBB. tentu akan dibutuhkan kerjasama antar instansi dalam hal ini.
Yang kedua adalah berusaha agar kewajiban bayar pajak bumi dan bangunan menjadi sesuatu yang akrab dalam kehidupan sehari hari di masyarakat, bukan hanya di dengar setahun sekali. caranya kita harus mampu memanfaatkan setiap moment penting  dan semua sumber daya  yang ada dalam moment tsb.
Misalnya penyelenggara pendidikan mengingatkan beberapa menit tentang  pentingnya PBB saat rapat para orang tua murid. panitia kegiatan 17 agustus, kepala desa, RT,RW, tokoh agama, bahkan penyanyi orgen tunggal pun bisa dimintai waktunya sejenak untuk mengingatkan penonton tentang membayar PBB.
Intinya dimana masyarakat banyak berkumpul, disitu kita meluangkan waktu menghimbau masyarakat. Langkah selanjutnya adalah dengan menciptakan nama jalan atau nama kampung dengan nama nama yang berhubungan dengan program pemerintah, misalnya jalan sadar gizi, jalan sadar pajak, jalan posyandu, jalan sadar PBB. atau kampung gotong royong, kampung swadaya, kampung mandiri dll, hal tersebut dirasa akan lebih  mengingatkan dan memberi semangat berbeda ketimbang kita menggunakan nama nama yang tidak ada maknanya dalam pembangunan.
Bayangkan ketika kita lewat di jalan proklamasi, maka yang teringat adalah proklamasi kemerdekaan negara indonesia. ketika lewat di jalan soekarno-hatta secara spontan kita teringat presiden dan wapres pertama? ini contoh nyata yang kita rasakan selama ini lalu bagai mana cara kita agar masyarakat pembayar PBB merasakan langsung manfaat yang mereka bayar?
Masih sering admin blog mendapatkan pertanyaan begini, “pak uang pbb itu di kemanakan oleh pemerintah”

jalan surapati

Pembangunan sarana umum dari uang pajak

Pertanyaan tsb menurut admin sangatlah wajar karena mereka berhak tahu. walau sebenarnya mereka secara tidak sadar sedang menikmati fasilitas yang dibangun pemerintah dari pajak. tiap hari melintas jalan beraspal, ada bangunan sekolah tempat anak anaknya belajar, puskesmas, ada fasilitas umum yang sering mereka gunakan bahkan orang yang tidak pernah bayar pajakpun tidak dilarang menikmati.
Kenapa muncul pertanyaan begitu?, karena masyarakat sekarang semuanya harus serba jelas dan transparan. salah satu cara paling efektif adalah memasang papan pengumuman ketika sedang membangun fasilitas yang sumber dananya dari pemerintah misalnya
” JALAN/BANGUNAN INI DI BANGUN ATAS PARTISIPASI ANDA MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SETIAP TAHUN”

RSUD di bangun dari pajak

RSUD CIKALONG WETAN

Dengan adanya pemberitahuan tsb pasti masyarakat akan memahami dan merasakan manfaat dari pajak yang mereka bayarkan. kitapun sebagai petugas tak repot menjelaskan secara person to person.

Sarana pendidikan dibiayai dari pajak

Sarana pendidikan dibangun tidak lepas dari partisipasi pembayar pajak

Hal paling penting jika kesadaran masyarakat sudah terbangun adalah kita selaku petugas pemungut harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat, jangan ada cacat dan penyelewengan, ada contoh dimana wajib pajak yang sebelumnya taat bayar PBB tiap tahun akhirnya berhenti membayar pajak setelah tahu uang yang di titipkan tiap tahun ke oknum pemungut ternyata tidak di setorkan ke bank. hal tsb sangatlah disesalkan, apalagi sebelumnya ada kasus gayus tambunan yang mencoreng dan merusak kepercayaan masyarakat, walau tidak berhubungan dengan masalah PBB tapi bagi masyarakat awam tetap saja dikait kaitkan dengan masalah PBB.
Disini pentingnya kejujuran, kita selaku pemungut wajib bertanggung jawab dengan tugas yang dibebankan dan menjauhi adanya kepentingan pribadi saat bertugas.percuma kita berjuang membangun kesadaran masyarakat bertahun tahun jika masih ada oknum yang meruntuhkannya. sebab hidup tak jauh dari filosopi, kalau kita tidak menjadi bagian dari organisasi, kita ibarat sebuah ban mobil.
Sebuah ban jika digelindingkan kedepan atau kebelakang tidak akan kelihatan maju atau mundurnya. sebab tidak jelas mana bagian depan mana belakang karena ban berbentuk bulat mungkin bisa disebut kedepan dan kebelakang sebagai maju. atau sebaliknya sebagai mundur. tapi ketika sebuah ban tsb di terapkan ke body mobil baru akan kelihatan maju dan mundurnya, sebab sudah jelas mana arah depan atau belakang dilihat dari mobil tsb.
Body mobil organisasinya, kemudi pimpinannya, sopir sbg aturannya, mesin sbg semangatnya, ban di ibaratkan sbg pelaksana tugasnya. kalau aturan menyuruh ke kanan maka pimpinan akan berputar ke kanan. begitupun ban terpaksa ikut ke kanan.. ketika salah satu ban membahayakan mobil berdasarkan aturan harus diganti. bukan oleh kemudi(pimpinan) ban nyeleneh ini di ganti tetapi oleh sopir(aturan).
Demikian sedikit ulasan dari admin blog Pbbkita
Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s